24 Jun

Tabel Periodik – Pengertian, Cara, dan Rumus

Pengertian Tabel Periodik

Tabel periodik adalah representasi tabular dari unsur-unsur kimia. Unsur-unsur ini disusun berdasarkan nomor atom atau jumlah proton dalam inti atom, konfigurasi elektron, dan pengulangan sifat kimia.

Tabel Periodik

Tabel ini dibagi menjadi empat blok:

Block -s
Block -p
Blok -d
Block -f

Deskripsi:

Umumnya, dalam satu periode (seri), kiri adalah logam dan kanan bukan logam.
Baris dalam tabel disebut titik, sedangkan kolom disebut grup.

Tabel Periodik Modern:
tabel periodik modern
tabel periodik modern

Contoh: Elemen grup 17, yaitu halogen dan grup 18, adalah gas mulia. Tabel periodik dapat digunakan untuk mengurangi hubungan antara sifat-sifat unsur dan untuk memperkirakan sifat unsur baru yang tidak ditemukan. Tabel Periodik menyediakan kerangka kerja untuk melakukan analisis perilaku kimia dan secara luas digunakan dalam ilmu kimia dan ilmu lainnya.
metode pengelompokan

Metode pengelompokan dibagi menjadi empat kelompok, yaitu

kelompok
Periode
blok
Logam, metaloid, dan non-logam

Grup 1

Grup atau keluarga adalah kolom vertikal dalam Tabel periodik. Kelompok biasanya memiliki tren periodik yang lebih signifikan daripada kelompok periode dan blok, yang akan dijelaskan nanti. Teori mekanika kuantum modern tentang struktur atom menjelaskan unsur-unsur dari kelompok yang sama dengan konfigurasi elektron yang sama pada kulit valensi.

Akibatnya, unsur-unsur dalam kelompok yang sama cenderung memiliki fitur dan tren yang jelas konsisten dengan peningkatan jumlah atom. Di beberapa bagian tabel periodik, seperti. Namun, seperti D-blok dan F-blok, kesamaan horisontal lebih penting atau lebih jelas daripada kesamaan vertikal mereka

Contoh grup tabel periodik

Titik adalah garis horizontal dalam tabel periodik. Meskipun grup lebih mewakili tren periodik, ada beberapa area di mana tren horizontal lebih penting daripada tren vertikal. Sebagai contoh, di blok f, di mana lantanida dan aktinida membentuk dua baris elemen horisontal penting

Contoh tabel periodik
Periode tabel periodik
Periode tabel periodik

Unsur-unsur dalam periode yang sama menunjukkan tren energi ionisasi, jari-jari atom, afinitas elektron, dan elektronegativitas. Pada periode yang sama, jari-jari atom biasanya menyusut dari kiri ke kanan.

Ini terjadi karena setiap elemen berturut-turut menambahkan proton dan elektron, menarik elektron lebih dekat ke inti. Pengurangan jari-jari atom ini menyebabkan energi ionisasi meningkat dalam periode dari kiri ke kanan.

Semakin kuat ikatan suatu unsur, semakin banyak energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron. Keelektronegatifan meningkat dengan meningkatnya energi ionisasi ketika elektron tertarik ke nukleus.

Afinitas elektron juga menunjukkan tren serupa selama periode yang sama. Logam (periode kiri) umumnya memiliki afinitas elektron yang lebih rendah daripada non-logam (periode kanan), dengan pengecualian gas mulia
3. Blokir

Bagian tertentu dari tabel periodik dapat disebut sebagai blok sesuai urutan pengisian kulit elektron. Setiap blok diberi nama setelah jaringan subkutan di mana elektron terakhir berada

Contoh blok tabel periodik
Blok tabel periodik
Blok tabel periodik

Blok-s terdiri dari dua kelompok pertama, yaitu logam alkali dan logam alkali tanah, serta hidrogen dan helium.
Blok-p terdiri dari enam kelompok terakhir, yaitu kelompok 13 hingga 18 menurut IUPAC (3A hingga 8A sesuai dengan nama Amerika) dan berisi sebagian besar metaloid. Blok D terdiri dari kelompok 3 hingga 12 (atau kelompok 3B hingga 2B dalam klasifikasi sistem Amerika) dan semuanya dalam bentuk logam transisi.
Blok-f, yang sering ditempatkan di bawah tabel utama, tidak memiliki nomor grup dan terdiri dari lantanida dan aktinida.

4. Logam, metaloid dan non-logam

Karena sifat fisik dan kimianya, unsur-unsur dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori besar, yaitu logam, metaloid, dan bukan logam
Tabel periodik yang terbuat dari logam
Tabel periodik dari logam, metaloid dan non-logam

Logam umumnya padatan berkilau dengan konduktivitas tinggi, dapat membentuk paduan dengan logam lain, dan membentuk senyawa garam ionik yang serupa dengan bukan logam atau gas selain gas mulia. Sebagian besar non-logam adalah gas berwarna atau tidak berwarna.

Non-logam yang membentuk senyawa dengan bukan logam lainnya terikat secara kovalen. Di antara logam dan bukan logam ada Metallo.

Sumber : https://rumusrumus.com/tabel-periodik-unsur-kimia/