22 May

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno dan Peninggalan

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno dan Peninggalan – Kerajaan Mataram kuno, yang juga sering disebut Kerajaan Medang, adalah kerajaan agraris. Ada 3 Wangsa (dinasti) yang menguasai Mataram Kuno, yaitu Wangsa Sanjaya, Wangsa Syailendra dan Wangsa Isana. Wangsa Sanjaya adalah pencipta agama Siwa, sedangkan Wangsa Syailendra adalah pengikut agama Budah, Wangsa Isana adalah bangsa baru yang didirikan oleh Mpu Sindok.

Sejarah Kerajaan Kuno Mataram

Kerajaan Mataram kuno terletak di Jawa Tengah, esensinya sering disebut sebagai Bumi Mataram. Daerah ini dikelilingi oleh gunung dan gunung, seperti Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Sindoro, Gunung Sambing, Gunung Merapi-Merbabu, Gunung Lavu, dan Gunung Sevu. Daerah ini juga habis oleh banyak sungai, seperti Sungai Bogowonto, Sungai Progo, Sungai Elo dan Sungai Bengawan Solo. Itu sebabnya daerah ini sangat subur.

Raja pertama kerajaan kuno Mataram adalah Sanjaya, yang juga merupakan pendiri dinasti Hindu Sanjya. Setelah kematiannya, Sanjay digantikan oleh Rakai Panangkaran, yang kemudian mengadopsi Buddhisme Mahayana. Saat itulah Vans Sayilendra berkuasa. Pada saat ini, agama Hindu dan Budha berkembang bersama di Kerajaan Kuno Mataram. Orang-orang Hindu tinggal di bagian utara Jawa Tengah, dan mereka yang mengadopsi agama Budha berada di bagian selatan Jawa Tengah.

Wangsa Sanjaya memegang jabatan pemerintahan setelah putra Raja Samaratunga Pramodavardhani menikah dengan seorang Hindu Rakai Picatan. Berkat pernikahan ini, Rakay Pikatan menjadi raja dan memulai kembali Wangs Sanjay. Rakai Picatan juga berhasil menyingkirkan seorang anggota Vangs Saylendra bernama Balaputradeva, yang merupakan saudara laki-laki Pramodavardhani. Balaputradeva kemudian melarikan diri ke kerajaan Sriwijaya, yang kemudian menjadi raja di sana.

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno dan Peninggalan

Dinasti Sanjay berakhir pada periode Rakai Sumba Dia Vava. Akhir masa pemerintahan Sumba Dia Vava masih dalam diskusi. Ada teori bahwa pada saat ini terjadi karena alam menghancurkan pusat Kerajaan Mataram. Mpu Sindok juga tampaknya menggantikan Rakay Sumba Dya Vava sebagai raja, memindahkan pusat Kerajaan Lama ke Mataram di Jawa Timur dan membangun negara baru bernama Vangsa Isana.

Awalnya diyakini bahwa pusat Kerajaan Lama Mataram terletak di daerah Mataram (dekat Yogyakarta modern). Kemudian, pada masa pemerintahan Rakai Picatan, ia dipindahkan ke Mamrati (wilayah Kedu). Kemudian, pada masa pemerintahan Dia Balitunga, ia kembali pindah ke Pau Pete (masih di sekitar Kedu). Kemudian, di zaman Dja Vava, seharusnya ia akan kembali ke daerah Mataram, di mana Mpu Sindok memindahkan Istana Medanga ke Jawa Timur.

Raja Kerajaan Kuno Mataram

Daftar raja Medang yang berbicara tentang teori Slamet Mulzhana adalah:

  • Sanjaya (adalah pendiri kerajaan Medang)
  • Rakai Panangkaran (awal dari kekuatan Wangs Shayilendra)
  • Rakay Panunggalan dijuluki Dharanindra
  • Rakai Barak dijuluki Samaragravir
  • Rakai Garung alias Samaratunga
  • Suami Rakai Picatan Pramodavardhani (awal kebangkitan Wangs Sanjay)
  • Rakai Kayuvangi nama samaran Dyakh Lokapala
  • Rakai Vatuhualang
  • Rakai Vatukura Dya Balitung
  • Mpu Daksa
  • Rakai Layang Dya Tulodong
  • Rakai Sumba Dya Vava
  • Mpu Sindok, awal periode Jawa Timur
  • Sri Lokapala (ini adalah suami dari Sri Isanatunggavijaya)
  • Makuthawangsawardhana
  • Dharmavangsa Tegu, (mengakhiri kerajaan Medang)

Dalam daftar di atas, hanya Sanjaya menggunakan gelar Ratu, sementara raja kemudian menggunakan gelar Sri Maharaj.

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Dari hasil budaya dan warisan kerajaan ini, berbagai prasasti dan hasil budaya yang tersisa masih ada:

  • Tulisan Kerajaan Mataram Kuno

Sebagai salah satu kerajaan terbesar di Indonesia, Mataram meninggalkan banyak situs bersejarah, termasuk prasasti. Dan berikut ini:

1. Prasasti kangal

Prasasti Kanggal (juga disebut Prasasti Gunung Vukir atau Prasasti Sanjay) adalah prasasti 654 Saka atau 732 M, ditemukan di halaman candi Gunung Vukir di desa Cadiluvi, kabupaten Salam, Magelang, Jawa Tengah. Prasasti ini menggunakan font Pallawa dan Sanskerta. Prasasti ini dianggap sebagai proklamasi diri Raja Sanjay pada 732 sebagai penguasa universal Kerajaan Mataram Kuno.

2. Prasasti Kelurak

Prasasti Kelurak bertanggal 782 M dan ditemukan di dekat candi Lumbung, desa Kelurak, di utara kompleks candi Prambanan, Jawa Tengah. Keadaan prasasti Kelurak sangat usang, sehingga keseluruhan kontennya kurang diketahui. Secara umum, isinya didedikasikan untuk penciptaan bangunan suci untuk patung Manjushri atas perintah raja Indra, Sri Sri Sangramadhananjaya.

Lihat Juga :