17 Sep

Sarekat Islam – Latar Belakang, Tujuan, Tokoh, dan Sejarah

Sarekat Islam – Latar Belakang, Tujuan, Tokoh, dan Sejarah

Sarekat Islam

Sarekat Islam

Organisasi Serekat Islam atau yang biasa disingkat dengan SI adalah salah satu organisasi yang berdiri pada masa Pergerakan Nasional di Indonesia pada saat tersebut, organisasi ini sendiri berdiri pada tanggal 16 Oktover 1905 dan didirika oleh H. Samanhudi. Awalnya organisasi ini diberi nama Sarekat Dagang Islam namun kemudian diganti menjadi Sarekat Islam.

Organisasi ini sendiri merupakan perkumpulan para pedagang Islam yang menentang masuknya pedagang asing ke tanah air dikarenakan pedagang asing tersebut memiliki tujuan untuk menguasai perekonomian rakyat pada masa penjajahan Belanda.

Latar Belakang

Organisasi Serekat Islam dilatarbelakangi oleh persaingan dagang yang sangat merugikan pedagang pribumi yang didominasi oleh pedagang yang beragama muslim sejak kehadiran pedagang pedagang asing Tionghoa yang lebih berhasil dan lebih maju jika dibandingkan dengan pedagang pribumi sehingga akhirnya munculah status dan hal yang lebih tinggi yang diperoleh oleh pedagang asing asal Tionghoa ini yang membuat pedagang pribumi merasa tak boleh tinggal diam dan membiarkan saja dan mulai bangkit untuk membentuk sebuah organisasi yang diberi nama Sarekat Dagang Islam.

Perkembangan Organisasi Sarekat Islam

Organisasi Sarekat Dagang Islam adalah organisasi ekonomi dengan dasar agama Islam sebab penggeraknya adalah perekonomian rakyat yang kemudian mulai berkembang pesat lalu menjadi organisasi atau perkumpulan yang mempunyai pengaruh besar. Pada tahun 1912 nama organisasi berubah menjadi Serekat Islam yang biasa disingkat SI oleh H.O.S. Tjokroaminoto yang saat itu menjadi pemimpin baru SI. Perubahan nama dilakukan agar organisasi dapat bergerak juga di bidang politik agar tidak hanya pada bidang ekonomi saja.

Tujuan Berdiri Organisasi Serekat Islam

  1. Membantu para anggotanya yang tengah mengalami kesilitan pada usahanya.
  2. Membantu masyarakat untuk mengembangkan jiwa dagang.
  3. Membantu untuk mempercepat naiknya derajat rakyat dan juga memajukan pengajaran.
  4. Berusaha untuk dapat memperbaiki pendapat yang keliru agama Islam.
  5. Hidup menurut perintah dari Agama Islam yang merupakan agama mayoritas di Indonesia.

Organisasi ini terbuka untuk semua lapisan dan tidak hanya masyarakat dari Jawa saja yang boleh bergabung sehingga membuat organisasi ini memiliki anggota yang sangat banyak yang membuat pemerintah Hindia Belanda menolak organisasi ini karena menimbulkan kekhawatiran. Akan tetapi pada Maret 1916 Organisasi Serekat Islam akhirnya diberi pengakuan sebagai Badan Hukum setelah pemerintah Hindia Belanda memperbolehkan berdirinya partai politik yang akhirnya membuat partai – partai politik baru mulai bermunculan.

Kongres Awal Sarekat Islam (SI)

Kongres yang diadakan oleh organisasi ini pertama kali berlansung pada Januari 1913 di Surabaya, Jawa Timur yang menghasilkan :

  1. Sarekat Islam (SI) bukan merupakan organisasi politik.
  2. Tujuan organisasi untuk meningkatkan perdagangan dalam masyarakat di Indonesia.
  3. Mengembangkan kehidupan keagamaannya.
  4. Bersedia membantu anggota yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Sedangkan kongres keduanya dilangsungkan Surakarta, Jawa Tengah yang menekankan jika organisasi SI terbuka terhadap rakyat biasa lalu dilanjutkan dengan kongres ketiga yang berlangsung di Bandung, Jawa Timur pada 17 hingga 24 Juni 1916 yang membahas mengenai politik dan mengenai penyatuan rakyat Indonesia dalam sebagai bangsa merdeka.

Masuknya Pengaruh Komunisme di Sarekat Islam

Organisasi Sarekat Islam mulai berkembang pesat yang membuatnya mulai diasupi oleh paham sosialisme revolusioner. Paham ini sendiri disebarkan oleh pendiri ISDV yaitu H.J.V.M Sneevliet yang terjadi pada tahun 1914 dan berhasil memasukkannya ke dalam tubuh SI dan mempunyai tujuan sama yaitu menentang kapitalisme dan juga membela rakyat kecil akan tetapi dengan menggunakan cara yang berbeda.

Banyak sekali tokoh – tokoh Organisasi Serekat Islam yang berhasil masuk ke dalam paham komunis seperti Darsono, Semaoen, Alimin P. dan Tan Malaka yang membuat organisasi ini kemudian terpecah menjadi dua yaitu “si putih” yang dipimpin oleh Tjokroaminoto lalu ada sisi “si merah” yang berlandas sosial-komunis dan dipimpin oleh Semaoen.

Semoga pembahasan mengenai Organisasi Sarekat Islam atau yang juga kita kenal dengan SI ini bisa menambah ilmu pengetahuan kita, terutama mengai latar belakang dan tokoh yang berada di balik organisasi.

Artikel Lainnya :