05 Dec

Pengertian Pajak, Fungsi dan Manfaat

Dilansir dari majalahpendidikan Pajak (dari taxo Latin; tarif pajak) adalah kontribusi warga negara ke negara berdasarkan hukum, sehingga dapat dipaksakan, tidak menerima remunerasi langsung. berdasarkan Charles E. McLure, pajak adalah kewajiban keuangan atau pungutan yang dikenakan pada pembayar pajak (perorangan atau lembaga) oleh negara atau lembaga milik kelas yang sama yang digunakan oleh negara untuk mensubsidi berbagai jenis pengeluaran publik.

Pajak dipungut sesuai dengan peraturan hukum untuk mengisolasi dana untuk produksi barang dan jasa bersama untuk mencapai kesejahteraan umum. penolakan untuk membayar, pencegahan atau penolakan terhadap pajak secara umum merupakan pelanggaran hukum. pajak terdiri dari pajak langsung atau tidak langsung dan dapat dibayarkan secara tunai atau pekerjaan dengan nilai yang sebanding. beberapa negara tidak menggunakan pajak sama sekali, misalnya Uni Emirat Arab.

Instansi pemerintah yang mengatur pajak negara di Indonesia adalah Direktorat Jenderal Pajak (DJP), yang merupakan salah satu Direktur Jenderal di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Elemen pajak

Dari berbagai makna yang diberikan kepada pajak, baik secara ekonomi (pajak menjadi transfer sumber daya dari sektor swasta ke pemerintah) dan pemahaman hukum (pajak merupakan kontribusi wajib), kesimpulan dapat ditarik pada elemen-elemen yang ada dalam pengertian pajak, antara lain sebagai berikut:

Pajak dikumpulkan menurut hukum. Prinsip ini konsisten dengan amandemen ketiga pasal 23A UUD 1945 yang menjelaskan bahwa pajak dan pajak lain yang bersifat paksaan untuk kebutuhan negara diatur oleh hukum.

Jangan mendapatkan layanan timbal balik (rekanan individu) yang dapat ditampilkan secara langsung. misalnya, orang yang taat membayar pajak kendaraan bermotor akan melewati jalan dengan kualitas yang sama dengan orang yang tidak membayar pajak kendaraan bermotor.

Pemungutan pajak dimaksudkan untuk kebutuhan pembiayaan administrasi publik untuk menjalankan fungsi pemerintahan, reguler atau pengembangan.

Fungsi pajak

Fungsi fiskal pertama adalah fungsi anggaran atau pendapatan (budgetair): pajak adalah sumber anggaran yang digunakan oleh pemerintah dan berguna untuk membiayai pengeluaran. penerimaan pajak pemerintah termasuk dalam komponen pendapatan nasional dari anggaran negara.

Fungsi fiskal kedua adalah fungsi pengaturan (keteraturan): pajak sebagai alat untuk mengatur atau mengimplementasikan peraturan pemerintah dalam istilah sosial dan ekonomi. contohnya adalah pengenaan pajak yang lebih tinggi untuk barang-barang mewah dan minuman keras.

Fungsi fiskal ketiga adalah fungsi stabilitas: pajak seperti penerimaan negara dapat digunakan untuk mengimplementasikan kebijakan pemerintah. contohnya adalah regulasi stabilitas harga dengan tujuan menekan inflasi dengan mengatur penyebaran uang kepada masyarakat melalui pengumpulan dan penerapan pajak yang lebih efisien dan efektif.

Manfaat pajak

Suparmoko (2000) menyebutkan manfaat pajak yang digunakan untuk:

Keuntungan pajak pertama adalah pembiayaan pengeluaran negara seperti biaya likuidasi otomatis (misalnya, pengeluaran untuk proyek-proyek produksi barang ekspor)

Keuntungan pajak kedua adalah membiayai biaya reproduksi (pengeluaran yang memberikan manfaat ekonomi bagi orang-orang seperti biaya irigasi dan pertanian)

Keuntungan pajak ketiga adalah membiayai pengeluaran yang tidak melikuidasi sendiri dan non-reproduksi (misalnya, pengeluaran untuk pembangunan monumen dan objek wisata)

Keuntungan pajak keempat adalah pembiayaan pengeluaran yang tidak produktif (misalnya, biaya untuk membiayai pertahanan negara atau perang dan biaya untuk menabung di era yang akan datang, yaitu biaya untuk anak yatim).

Karena itu, penjelasan tentang definisi pajak, fungsi pajak dan manfaat pajak.