13 Apr

Pengertian kesenjangan sosial dan contoh

Pengertian kesenjangan sosial dan contoh

Apa yang dimaksud dengan ketimpangan sosial? Definisi ketimpangan sosial adalah suatu kondisi / kondisi yang tidak seimbang dalam kehidupan sosial masyarakat, baik individu maupun kelompok, di mana terdapat ketidakadilan / ketimpangan dalam pendistribusian hal-hal yang dianggap penting dalam suatu masyarakat.

Ketimpangan sosial sering dikaitkan dengan adanya perbedaan yang signifikan dalam hal istilah keuangan, termasuk kekayaan, kekayaan barang dan jasa, dan lainnya. Adanya disparitas sosial-ekonomi dalam masyarakat dapat dilihat dari adanya peluang dan manfaat yang tidak sama untuk posisi sosial yang berbeda dalam masyarakat.

Selain itu, ketimpangan sosial juga dapat ditandai dengan ketidakseimbangan barang atau jasa, penghargaan, kekayaan, peluang dan hukum yang diperoleh oleh masing-masing individu.
Definisi kesenjangan sosial menurut para ahli

Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan ketimpangan sosial, kita dapat merujuk pada pendapat para ahli dan tokoh, termasuk:
1. Robert Chambers

Menurut Rober Chambers, definisi ketimpangan sosial-ekonomi adalah gejala yang muncul di masyarakat karena perbedaan kapasitas keuangan dan orang lain yang tinggal di daerah tertentu.
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, gagasan ketimpangan sosial adalah ketidakseimbangan, perbedaan, kesenjangan yang terjadi dalam kehidupan sosial.
3. Wikipedia

Menurut Wikipedia, kesenjangan sosial-ekonomi terkait dengan perbedaan dalam pendapatan, kekayaan dan kesenjangan antara kaya dan miskin, mengacu pada penyebaran dimensi ekonomi antara individu dalam kelompok, kelompok dalam populasi atau antar negara.

Baca juga: Memahami Sosialisasi Menurut Para Ahli
Faktor-faktor yang menyebabkan ketimpangan sosial

Setelah memahami apa arti ketimpangan sosial, maka kita perlu tahu apa penyebabnya. Secara umum, ada lima faktor yang menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial. Berikut ini adalah beberapa faktor ini:
1. Faktor-faktor dalam perbedaan sumber daya alam

Tingkat ekonomi suatu daerah dipengaruhi oleh sumber daya alam di daerah tersebut. Laju ekonomi dapat meningkat jika ada sumber daya alam yang dikelola dengan baik.

Jika suatu daerah kekurangan sumber daya alam, ini akan sangat mempengaruhi perekonomian daerah.
2. Faktor kebijakan pemerintah

Kebijakan pemerintah juga dapat menjadi faktor dalam munculnya ketidaksetaraan sosial di masyarakat. Misalnya kebijakan program transmigrasi. Para migran umumnya berkembang lebih cepat daripada warga asli.

Peluang lebih besar yang ditawarkan kepada penduduk migran membuat mereka tumbuh lebih cepat. Hal ini kemudian menyebabkan ketimpangan sosial antara kedua kelompok orang tersebut.
3. Pengaruh faktor globalisasi

Globalisasi (baca: gagasan globalisasi) dapat digunakan untuk membuat kemajuan. Namun di sisi lain, globalisasi juga memunculkan adanya kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat.

Kesenjangan sosial ini terjadi ketika beberapa orang gagal beradaptasi dan tidak menggunakan globalisasi dengan baik.
4. Faktor demografis

Tingkat pertumbuhan masyarakat, pendidikan, kesehatan, pekerjaan dan struktur populasi menunjukkan kondisi demografis suatu daerah.

Kondisi demografis berbagai daerah dan daerah lain dapat menyebabkan ketimpangan sosial. Ini karena produktivitas kerja masyarakat di satu daerah dan di daerah lain tidak sama.
5. Faktor lokasi dan kondisi geografis

Secara umum, tingkat perkembangan suatu daerah dipengaruhi oleh lokasi dan kondisi geografisnya. Masyarakat dataran tinggi cenderung merasa lebih sulit menghabiskan waktu membangun infrastruktur daripada populasi dataran rendah.

Ini berarti bahwa orang yang tinggal di dataran cenderung berkembang lebih cepat. Ini kemudian menyebabkan ketimpangan sosial di kedua komunitas.

Sumber : https://rumusbilangan.com/