14 Aug

Pakaian Adat Sumatera Selatan Lengkap dengan Penjelasannya

Pakaian Adat Sumatera Selatan

Pakaian adat sumatera selatan

1. Pakaian tradisional dari Sumatra Selatan – Aesan Gede
Pakaian tradisional Sumatra Selatan
Foto Negara Sejarah Com

Pakaian tradisional pertama Provinsi Sumatera Selatan adalah Aesan Gede. Aesan Gede adalah salah satu ahli waris Kerajaan Sriwijaya, melambangkan keagungan dan kemewahan para bangsawan Bumi Sriwijaya.

Gaun ini juga mengkombinasikan pink dengan benang emas dan perhiasan berkilau dan mahkota, dikombinasikan dengan pakaian Dodot dan kain lagu emas menurut gambar Sriwijaya, yang di masa lalu lebih dikenal oleh dunia sebagai Swarna Dipa atau Pulau Emas.

2. Pakaian biasa dari Sumatra Selatan – Aesan Paksangko
pakaian tradisional di palembang
Foto Negara Sejarah Com

Pakaian tradisional kedua di Sumatera Selatan adalah Aesan Paksangko. Pakaian tradisional Aesan Paksangko memiliki makna filosofis yang melambangkan kebesaran masyarakat Sumatera Selatan.

Secara umum, pakaian tradisional Palembang lebih sering terlihat di resepsi pernikahan yang dikenakan oleh pengantin laki-laki dengan kombinasi merah dan emas. Pengantin terlihat lebih elegan dalam pakaian tradisional ini.

Pada gaun Aesan Paksangko, pengantin wanita mengenakan kawat gigi merah dan pola bintang emas. Suasana ceria semakin terlihat melalui pengaruh kostum unik ini.

Jangan lupa untuk mengenakan kain Lepus Songket bersulam emas dan Lotus di bagian dada, yang menampilkan mahkota Paksangkong, goyang Kembang, bunga kenang, kelapo-standan, dan aksesori emas mewah lainnya.

Sejauh menyangkut pengantin pria, mengenakan gaun yang serasi warna tidak berbeda secara signifikan, yaitu, mengenakan motif bunga bunga emas, pengantin, songket lepus, ikat pinggang songket, dan songkok dengan tutup kepala emas.
Peralatan dan aksesori untuk pakaian tradisional di Sumatera Selatan
Kostum Palembang 1 – Aesan Gede
Gambar pakaian tradisional Sumatera Selatan
Foto dari http://www.infollg.net

Informasi berikut tentang pakaian tradisional Aesan Gade Sumatera Selatan:

Karsuhun dan Kopiah Cuplak

Pakaian tradisional dari wilayah Sumatera Selatan identik dengan fitur atau keunikan mahkota atau tutup kepala. Karsuhun biasanya dikenal sebagai mahkota untuk wanita dan topi tengkorak Cuplak untuk pria.

Pada embel-embel biasanya menunjukkan kemegahan dan tingkat kebahagiaan pada setiap orang. Untuk mewujudkan dalam bentuk mahkota kerajaan yang berharga.

Penggunaan pakaian tradisional memang dilakukan pada waktu-waktu tertentu untuk mengenang budaya dan nilai kearifan kota Sumatera Selatan, yang tetap utuh hingga saat ini.

Mahkota melambangkan kepemimpinan, dan ini mungkin sebenarnya niat di masa lalu, Sumatera Selatan memiliki kepemimpinan yang luar biasa.

Terate

Terate adalah hiasan yang menutupi dada dan bahu pria dan wanita. Terat ini membentuk lingkaran berujung lima dan bercorak melati berlapis emas.

Di tepinya ada pecatu berbentuk bintang dan bentuk rantai serta cascading piring emas dalam bentuk inti mentimun.

Dekorasi ini menunjukkan ukuran dan kemurnian. Sekarang Terat digunakan sebagai simbol dan simbol dalam pakaian tradisional ini, sebagai bahan untuk memahami.

Kebo Mload atau Jajo Tread Necklace

Kebo Mload atau Jajo Tapak Necklace adalah kalung emas 24 karat dalam bentuk lempengan tiga tingkat (terutama untuk pasangan yang sudah menikah). Kalung ini khusus dibuat untuk pria dan wanita yang belum menikah, tetapi hanya terdiri dari dua atau satu piring tingkat.

Syal sawit

Palm Shawl adalah salah satu aksesoris gaun emas 22 karat tradisional Palembang dengan berbagai sulur dan berlian di tengahnya. Syal telapak tangan nomor 2 ini menyilang dari bahu kiri ke pinggang kanan dan dari bahu kanan ke sisi kiri.

Keris

Keris ini dikenakan oleh pengantin pria (keturunan kerajaan / kerajaan), yang terjebak dengan pegangan luar di sabuk depan kanan. Ini membuatnya maskulin dan bijaksana untuk mata. Untuk pria yang bukan bangsawan atau keturunan raja, keris diletakkan di pinggang belakang.

Ini harus menghormati raja atau atasan. Pada zaman kuno, sarung keris ini terbuat dari emas 20 karat. Belati ini memiliki warna keemasan dominan dan gaya yang unik. Kris pada pakaian tradisional Sumatera Selatan ditambahkan ke Kris, yang terjebak di sabuk pakaian tradisional.

Tertunda

Pending adalah ikat pinggang pria dan wanita dengan piring emas 6 × 9 cm dari emas 20 karat. Badong adalah kepala mengambang dengan motif hias layang-layang, penyu sisik dan bunga.

Gelang Kecak

gelang

Sumber : https://santinorice.com