Contoh Frasa

Contoh Frasa adalah Sebuah kalimat tersusun atas beberapa unit. Unit itu tersusun dari 1 kata atau lebih. Dan unit pembentuk kalimat itu tempati peranan tertentu.

Peranan itu yakni Subyek (S), Predikat (P), Object (O), Pendamping (Pel.), dan Info (Ket.)

Peranan di atas bisa tidak ada atau ada dalam sebuah kalimat. Tapi ada peranan yang harus ada yakni Subyek (S) dan Predikat (P).

Nach peranan dalam kalimat dapat tersusun atas kata, frasa, atau klausa.

Nach kemungkinan ada banyak dari kamu yang susah pahami pemahaman frasa dan tipe frasa.

Tapi tenang saja karena frasa memiliki beberapa ciri hingga dapat mempermudah untuk pahaminya.

Pemahaman Frasa

Phrase ialah unit gramatikal yang terdiri dari dua kata ataupun lebih yang tidak terbagi dalam subyek dan predikat (nonpredikatif).

Unit gramatikal akan menulis dan sampaikan informasi merupaka phrase karena anggota pembentuk unit bahasa tidak memegang subyek dan tidak memegang predikat. Istilah yang lain kerap dipakai dalam ilmu bahasa Indonesia ialah barisan kata.

Menurut Ramlan (1985), phrase ialah unit gramatik yang terdiri dari 2 kata ataupun lebih yang tidak melebihi batasan peranan elemen klausa. Yang diartikan dengan tidak melebihi elemen klausa ialah elemen S, P, O, pendamping dan info.

Baca Juga : Netcut Pro Apk

Contoh, Eka sedang membaca majalah di ruangan tamu yang terbagi dalam fungsi-fungsi yakni, Ekamenduduki peranan S, sedang membaca menempati peranan P, majalah menempati peranan O dan di ruangan tamu menempati peranan info.

Sedang menurut Kridalaksana (1984), frasa adalah kombinasi dua kata ataupun lebih yang karakternya tidak predikatif; kombinasi itu bisa rapat, bisa renggang; misalkan gunung tinggi ialah frasa karena sebagai konstruksi non-predikatif. Dari ke-2 opini di atas bisa diambil kesimpulan jika ciri-ciri khusus frasa adalah:

Frasa tidak terbatasi oleh jumlah kata atau panjang-pendeknya unit. Frasa dapat terdiri dari 2 kata, tiga kata, empat kata, lima kata, enam kata, dan sebagainya. Seperti beberapa contoh berikut ini:

Ciri-Ciri Frasa

Adapun beberapa tanda frasa diantaranya yakni:

  • Frasa minimum terdiri dari 2 kata bahkan juga lebih.
  • Frasa memiliki sifat non-predikatif.
  • Frasa memiliki peranan gramatikal “arti yang beralih-alih sesuaikan dengan kerangka”.

Tipe-Jenis Frasa dan Misalnya

Beberapa jenis frasa benar-benar bervariatif. Hal itu tergantung pada karakter frasa tersebut, seperti elemen pokok, peranan, arti, distribusi elemen, atau posisinya.

Berikut ini, kita akan mengulas bermacam sistem untuk membandingkan dan mengelompokkan frasa sesuai karakter yang telah diterangkan di atas,

Frasa Berdasar Elemen Pokok

Berdasar elemen pokoknya, frasa terdiri jadi 7 kelompok yakni

  • Frasa Verba
  • Frasa Nomina
  • Frasa Adjektiva
  • Frasa Adverbia
  • Frasa Numeralia
  • Frasa Preposisional
  • Frasa Konjungsi

Supaya kalian lebih memahami ke-7 tipe elemen pokok di atas, maka diulas lebih detil di bawah ini

Frasa Verba

Frasa verba ialah frasa yang memiliki kandungan elemen pokok kata kerja dan bisa dipakai sebagai substitusi kata kerja pada suatu kalimat.

Biasanya, frasa verba memakai kata sedang, akan, baru, dan atau telah. Kalimat ini menerangkan berkenaan rutinitas yang ditangani seorang.

Tapi, karena frasa verba menerangkan kata kerja, karena itu jangan memakai kata benar-benar, kerja keras atau apa saja itu yang menerangkan usaha atau hati saat kerjakan.

Berikut beberapa contoh pemakaian frasa verba

  • Adik sedang main
  • Kakak telah belajar matematika
  • Mereka akan liburan
  • Ayah baru pulang

Frasa Nomina

Frasa nomina ialah frasa yang memiliki kandungan elemen pokok kata benda dan bisa dipakai sebagai alternatif kata benda pada suatu kalimat. Adapun contoh fasa nomina sebagai berikut ini:

  • Rumah kaca
  • Ayam putih
  • Hadiah ulang tahun
  • Pintu kayu

Frasa Adjektiva

Frasa adjektiva ialah frasa yang memiliki kandungan elemen pokok kata karakter dan bisa berperan sebagai kata karakter pada suatu kalimat.

Biasanya, frasa adjektiva berperan mengatakan kualitas yang dikasih penekanan dengan tambahan kata benar-benar, cukup, terlampau, cukup, paling, dan harus.

Disamping itu, frasa adjektiva dapat menyatukan 2 kata yang sama-sama terkait. Berikut contoh dari frasa adjektiva:

  • Benar-benar elok
  • Cukup busuk
  • Paling pintar
  • Ganteng cakap
  • Murah hati
  • Nyaman sejahtera

Frasa Adverbia

Frasa adverbia ialah frasa yang memiliki kandungan elemen pokok kata info dan bisa sebagai substitusi kata info pada suatu kalimat. Contoh frasa adverbia sebagai berikut ini:

  • Barusan sore
  • Pekan kedepan
  • Nyaris usai
  • Demikian cantik

Frasa Numeralia

Frasa numeralia ialah frasa yang tercipta dari kata bilangan. Frasa ini mengutarakan jumlah, jumlah, dan posisi pada suatu deret. Ada 2 tipe frasa numeralia, yaitu:

  • Frasa numeralia modifikatif, yakni frasa yang mengatakan satuannya dengan jelas, seperti satu grosir, tujuh hari, lima kg, empat ekor, dan lain-lain.
  • Frasa numeralia koordinatif, yakni frasa yang tidak mengatakan unit, seperti tiga, empat sampai enam, dua atau tiga, beberapa puluh sampai beberapa ratus, dan lain-lain.

Frasa Preposisional

Frasa preposisional sebagai frasa yang memiliki kandungan preposisi dan object preposisional yang bisa berperanan sebagai kata info pada suatu kalimat.

Pada frasa preposisional ada penekanan pada kata depan, yakni pada kata di, ke, untuk, ke, dari, dan lain-lain.

Contoh Pemakaian Frasa Preposisional

  • Karena itu, saya berikan jika prosedur kesehatan arus masih digerakkan
  • Ke beberapa tamu undangan, mami persilakan untuk nikmati sajian yang sudah dipersiapkan
  • Atas perhatiannya, kami katakan terima kasih
  • Pengalaman dari itu, saya tekankan jika kenakan masker ialah harus hukumnya.
  • Beberapa anak sedang main peranan di ruangan kelas

Frasa Konjungsi

Frasa konjungsi ialah frasa yang memiliki kandungan konjungsi atau kata ikat. Berikut ialah contoh frasa konjungsi:

  • Saat hujan jalanan jadi licin
  • Malam nanti ada laga bola ditayangkan di tv
  • Hari esok beberapa anak sangat bernilai

Frasa Berdasar Distribusi Elemen

Bila diperbedakan berdasar distribusi unsurnya, karena itu frasa bisa dipisah jadi 2 tipe yakni

Frasa endosentrik

Supaya kalian lebih memahami, berikut ini akan diterangkan lebih detil berkenaan ke-2 tipe frasa itu

Frasa endosentrik ialah frasa yang mempunyai konstituen pokok yang mempunyai jalinan atau kesetaraan dengan konstituen yang lain yang ada di serangkaian kalimat itu.

Pada umumnya ada 3 tipe frasa endosentrik yakni frasa endosentrik atributif, apositif, dan koordinatif.

Frasa endosentrik atributif ada 2 kata ataupun lebih, yang mempunyai peranan Menjelaskan-Diterangkan (MD) atau Dijelaskan-Menerangkan (DM). Contoh dari pemakaian frasa endosentrik atributif ialah

  • Pakaian biru (DM)
  • Empat botol (MD)
  • Anak ayam (DM)

Frasa endosentrik apositif ialah kalimat endosentrik yang bisa dipisah di antara D dengan M nya. Contoh pemakaian frasa endosentrik apositif diantaranya ialah

  • Bandung, Kota Kembang
  • Malang, Kota Apel

Sedang, untuk frasa endosentrik koordinatif ialah frasa yang mempunyai dua elemen D (dijelaskan). Misalnya ialah

  • Ayah Ibu
  • Kakek nenek
  • Kakak Adik

Frasa Eksosentrik

Frasa eksosentrik ialah frasa yang tidak mempunyai elemen pokok. Karena tidak mempunyai elemen pokok, karena itu kalimat ini tidak bisa dipotong-penggal atau dibedakan.

Pada umumnya, ada 3 wujud frasa eksosentrik yang biasanya dipakai, pada suatu kalimat. 3 wujud frasa itu diantaranya ialah frasa

  • Eksosentris direktif
  • Non-direktif
  • Konektif.

Frasa eksosentrik direktif ialah frasa eksosentrik yang menyatukan kata depan dalam kata benda. Di sini, konjungsi ada dalam awalnya kata benda. Misalnya ialah pada kata ke bandung.

Frasa eksosentrik non direktif ialah fraksa eksosentrik yang terdiri dari dari benda yang dikombinasi dengan kalimat tertentu seperti sang, si, beberapa, dan semacamnya. Misalnya ialah beberapa pejuang, si pahlawan, sang hitam.

Sedang, frasa eksosentrik konektif ialah frasa eksosentrik yang disebut hasil kombinasi kata benda dalam kata segera, selekasnya, saat, akan, dan semacamnya. Pokoknya, di sini berusaha untuk mengkoneksikan kata benda itu. Misalnya ialah segera pulih, selekasnya pergi, dan akan tiba.

Frasa Berdasar Posisinya

Bila disaksikan berdasar posisinya, karena itu frasa minimal bisa dipisah jadi tipe 2 yakni frasa yang sama dengan dan frasa sama dengan yang bertingkat.

Frasa Sama dengan

Frasa sama dengan ialah frasa yang antar ucapnya mempunyai elemen yang sama dengan. Contoh dari frasa sama dengan diantaranya ialah

  • Muda mudi
  • Asal mula
  • Suka ria
  • Ria senang

Frasa sama dengan Bertingkat

Frasa sama dengan bertingkat sebagai frasa yang antar ucapnya mempunyai elemen yang tidak sama dengan atau mempunyai tahapan-tahapan tertentu.

Berikut contoh dari frasa sama dengan bertingkat

  • Cincin emas
  • Berjalan kaki
  • Rambut keriting
  • Cinta posisi