Category Archives: Pertanian

14 Jun

Upaya Agar Buah Singkong Anda Berbuah Besar Dan Banyak

homesolution.co.id – Singkong, ubi kayu atau ubi kayu (manihot utilissima) adalah salah satu tanaman pangan yang berperan penting di Indonesia. Tanaman ini dibudidayakan di seluruh wilayah Indonesia, di dataran rendah, menengah dan tinggi. Tanaman singkong awalnya dikenal di Amerika Selatan dan dikembangkan pada zaman prasejarah di Brasil dan Paraguay selama sekitar 10.000 tahun.

Bentuk modern dari spesies yang dibudidayakan tumbuh secara spontan di Brasil selatan.

Meskipun ada banyak spesies maniak liar, semua varietas M. esculenta dapat ditanam. Namun, bukti arkeologis budidaya singkong dapat ditemukan di banyak budaya Maya India, yaitu di Meksiko dan El Salvador. Produksi singkong di dunia diperkirakan mencapai 192 juta ton pada tahun 2004.

Nigeria datang pertama dengan 52,4 juta ton, diikuti oleh Brasil dengan 25,4 juta ton.

Indonesia berada di urutan ketiga dengan 24,1 juta ton, diikuti oleh Thailand dengan 21,9 juta ton (FAO, 2004). Sebagian besar produksi diproduksi di Afrika pada 99,1 juta ton dan di Amerika Latin dan kepulauan Karibia sebesar 33,2 juta ton. Hampir semua bagian tanaman ini dapat digunakan, khususnya untuk memasak umbi-umbian seperti makanan, daun muda seperti sayuran dan batang seperti kayu bakar.

Keamanan dan kemandirian pangan adalah salah satu tujuan utama dari program pengembangan pertanian pemerintah. Tujuan yang ingin dicapai termasuk swasembada berkelanjutan dengan beras, jagung dan kedelai. Keberlanjutan pangan berkelanjutan lebih mudah dipastikan jika didukung oleh diversifikasi pangan. Indonesia kaya akan makanan dan tradisi untuk pengembangan diversifikasi pangan global dan berkelanjutan.

Salah satu jenis tanaman pangan yang telah lama memainkan peran penting dalam diversifikasi pangan di Indonesia adalah singkong atau singkong. Singkong memiliki potensi besar untuk evolusi sebagai komponen yang beragam. Di antara alasannya, seperti Dr. Sholihin, singkong / singkong dalam bentuk segar, tepung atau pati dapat diolah menjadi makanan yang berbeda.

Selanjutnya, singkong ditanam di hampir semua provinsi di Indonesia dalam kondisi lingkungan yang berbeda. Namun, ini membutuhkan ketersediaan bahan baku singkong yang cukup. Meskipun produktivitas singkong di tingkat petani masih dianggap rendah sekitar 23 ton per hektar.

Mengingat bahwa produksi singkong di Indonesia masih relatif rendah,

upaya harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing singkong untuk mempromosikan swasembada pangan di setiap negara. Meningkatkan produktivitas singkong di Indonesia bukan tidak mungkin, karena lahan pertanian yang tersisa adalah lahan yang cukup subur, tersedia pupuk organik berlimpah dan banyak yang memiliki varietas singkong unggul. Penggunaan varietas singkong berkualitas tinggi sesuai dengan lokasi adalah salah satu cara yang tepat untuk meningkatkan kualitas dan produksi singkong nasional.

Baca Lainnya:

Penyebab Diagnosis Dan Pengobatan Luka Bakar

Pengertian Jajar Genjang

 

04 Apr

Perkembangan Padi Di Indonesia

homesolution.co.id – Dalam hal makanan pokok, Indonesia adalah negara yang berasnya sama dengan makanan pokok penduduknya.

Karena itu, kami bertemu banyak petani Indonesia yang fokus pada pengembangan tanaman padi. Bahkan pada tahun-tahun sebelumnya, kampanye politik sering dikaitkan dengan program “swasembada beras”.

Ricepedia, sebuah situs web yang menyediakan informasi tentang beras dari seluruh dunia (dikelola oleh International Rice Research Institute, Kantor Afrika dan Pusat Internasional untuk Pertanian Tropis), mengatakan bahwa beras masih menjadi makanan berbasis di Indonesia, meskipun beberapa kelompok masyarakat memiliki ubi jalar untuk digunakan. Jagung atau sagu sebagai makanan pokok.

Beras / beras sangat dekat dengan kita, tetapi ada beberapa fakta yang melupakan beras di negara kita. Baca teks berikut untuk mengetahui faktanya.

Produsen beras terbesar ketiga di dunia
Indonesia adalah negara beras ketiga terbesar di dunia. Ini karena luasnya area untuk produksi beras.

Dari penanaman padi, Indonesia memiliki paddock padi yang sangat besar, yang pada tahun 2010 adalah sekitar 13,2 juta hektar. Pada 2015, nilai ini meningkat menjadi 15,79 juta hektar. Kemudian luas padi di Indonesia meningkat lagi pada tahun 2017 menjadi 15,81 juta hektar.

Menurut Departemen Pertanian, jumlahnya adalah 14,63 juta hektar padi dan 1,16 juta hektar padi.

Dari 261,1 juta orang di Indonesia, sekitar 25,9 juta petani menanam padi. Ini mewakili 77% dari total jumlah petani di Indonesia. Rata-rata area pertanian mereka adalah 1 hektar, dengan sebagian besar petani tumbuh antara 0,1 dan 0,5 hektar.

Sawah terkonsentrasi di Jawa

Sawah lebih banyak ditemukan di wilayah Indonesia bagian barat, terutama di Jawa. Hampir 60% dari total produksi beras berasal dari pulau itu, yang juga memiliki populasi terbesar di Indonesia.

Dari semua provinsi, Jawa Timur adalah wilayah dengan sawah terbesar, dengan 2,29 juta hektar atau sekitar 15% dari total luas padi di Indonesia. Ini diikuti oleh provinsi Jawa Barat dengan sawah yang mencakup 2,12 juta hektar atau sekitar 13,44% dari total luas padi. Sementara itu, daerah dengan sawah terdekat adalah Maluku dan Papua, yang hanya mencakup 114 ribu hektar.

Konsumen beras nomor satu di dunia
Indonesia adalah konsumen beras terbesar di dunia. Ini disebabkan oleh kenyataan bahwa budaya kita (tiga kali sehari) mengkonsumsi banyak beras dan juga dipengaruhi oleh populasi.

Pada 2010, konsumsi beras di Indonesia adalah 130 kg / orang / tahun. Pada 2014 angka ini menurun 124 kg / kapita / tahun dan pada 2017 turun lagi menjadi 117 kg / kapita / tahun. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan populasi di Indonesia sebagai implementasi cepat keluarga berencana.

Varietas padi di Indonesia
Secara umum, ada tiga jenis padi yang paling umum ditanam di Indonesia:

1. Dalam hibrida

2. Karena itu unggul

3. Tim lokal

Baca Lainnya:

Pengertian Analisis Data Beserta Prosedur

Pengertian Theory of Constraint (TOC)