26 May

Bayi susah BAB ini tanda – tandanya

Masalah-masalah yang sulit dari BAB BABY tidak boleh dianggap enteng karena mereka dapat memiliki dampak negatif pada perkembangan keseluruhan anak. Karena itu, sebagai orang tua, penting untuk mengetahui bagaimana menghadapi kondisi ini.

Bagaimana Anda tahu jika bayi mengalami sembelit?

Setiap bayi harus memiliki siklus dengan pola tertentu, termasuk siklus BAB. Penting untuk mempelajari pola ini sehingga ketika suatu kondisi yang tidak biasa terjadi, Anda dapat mendeteksinya sesegera mungkin.

Tetapi Anda harus ingat bahwa kebiasaan BAB pada bayi dipengaruhi oleh banyak hal. Pola makan dan minum, aktivitas dan kecepatan tubuh bayi mencerna makanan yang masuk, adalah serangkaian hal yang menentukan frekuensi bayi buang air besar.

Tanda-tanda bayi yang cacat termasuk buang air besar kurang dari dua kali seminggu, bentuk kotoran lebih keras dari biasanya, walaupun frekuensinya tidak berubah, atau bayi mengalami rasa sakit saat buang air besar. Namun pada bayi dari 0 hingga 5 bulan yang mengonsumsi ASI, buang air besar seminggu sekali masih dianggap normal.

Selain tanda-tanda di atas, BABY BABY juga cenderung lebih gelisah dan menangis sambil mengangkat kakinya. Dalam kasus yang paling parah, ada bercak darah di popok bayi yang disebabkan oleh robeknya dinding dubur bayi karena tinja yang keras.

Jika bayi Anda mengalami sembelit lebih dari 2 minggu, segera temui dokter. Selain itu, jika disertai dengan gejala lain seperti:

  • Muntah
  • Demam
  • Menurunkan berat badan
  • Darah di tinja
  • Benjolan di anus
  • Fisura ani

Jika bayi sering mengalami kesulitan buang air besar, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mengatasinya. Karena pada beberapa anak, sembelit kronis dan berulang dapat menyebabkan masalah yang lebih serius pada saluran pencernaan.

Beberapa penyebab bayi dengan kesulitan

Sangat penting untuk mengetahui penyebab cacat BAB sehingga mereka dapat diatasi atau dicegah segera. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkannya.

Susu formula

Bayi yang mengonsumsi susu formula lebih rentan mengalami sembelit dibandingkan bayi yang mengonsumsi ASI. Ini terkait dengan kandungan protein yang ditemukan dalam susu formula. Jika bayi Anda mengalami kesulitan buang air besar, cobalah berkonsultasi dengan dokter mengenai susu formula yang dikonsumsi, karena kemungkinan sembelit yang dialami Si Kecil disebabkan oleh jenis susu formula, yang baru saja berpindah dari ASI ke ASI. Susu formula atau hanya merek susu formula yang telah berubah.

Makanan padat

Beralih ke makan makanan padat sering menyebabkan pencernaan bayi menjadi “terkejut,” yang menyebabkan sembelit. Ini tidak mengherankan, karena sebelumnya bayi terbiasa menerima makanan cair.

Peralihan dari makanan cair ke makanan padat, pada kenyataannya, rentan terhadap sembelit. Apalagi jika diberikan langsung dalam bentuk makanan dengan serat minimal, seperti nasi atau roti. Untuk meminimalkan risiko sembelit, berikan makanan berserat tinggi kepada bayi Anda.

Dehidrasi

Bayi mendapat asupan cairan melalui makanan dan minuman yang mereka konsumsi, termasuk ASI. Namun, dalam kondisi tertentu, seperti ketika gigi tumbuh, sariawan atau demam, dehidrasi dapat terjadi pada bayi karena bayi enggan minum susu. Dehidrasi atau kekurangan cairan dapat membuat kotoran keras dan sulit dihilangkan.

Kondisi medis tertentu

Meskipun jarang, beberapa penyakit dapat menyebabkan bayi mengalami sembelit. Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan sembelit adalah hipotiroidisme, alergi makanan, dan gangguan sistem pencernaan sejak lahir.