03 Sep

6 Fakta seputar rahim wanita 

6 Fakta seputar rahim wanita

Semua orang, termasuk Anda, lahir dari rahim wanita. Tidak ada cara lain bagi manusia untuk dilahirkan kecuali melalui rahim. Namun, sejauh mana Anda memahami kerumitan dan fakta menarik tentang organ ini? Temukan fakta-fakta luar biasa tentang rahim wanita yang bisa membuat Anda ingin berterima kasih kepada ibu atau pasangan Anda.

1. Rahim bisa tumbuh sebesar semangka
Rahim adalah organ tubuh wanita yang paling fleksibel. Alasannya, rahim wanita itu idealnya berukuran seperti buah pir kecil. Sekarang, ketika sel telur dibuahi dan rahim akhirnya menjadi rumah bagi janin, rahim wanita dapat menampung ukuran semangka! Ukuran rahim bahkan bisa lebih besar jika Anda mengandung anak kembar. Ini berarti rahim Anda dapat meregang hingga 500 kali lebih besar dari ukuran aslinya ketika Anda tidak hamil.

Yang lebih mengejutkan, setelah melahirkan bayi, rahim akan menyusut ke ukuran aslinya dalam beberapa minggu. Sangat bagus bukan?

2. Wanita dapat memiliki dua uteri secara bersamaan
Secara umum, seorang wanita dilahirkan dengan rahim. Namun, dalam kasus yang sangat jarang, seseorang dapat dilahirkan dengan dua uteri. Menurut berbagai data, kasus ini hanya akan muncul pada satu dari dua ribu wanita di seluruh dunia.

Fenomena ini terjadi ketika seorang wanita dengan dua uteri masih di dalam rahim. Rahim wanita dibentuk oleh kombinasi dua tabung. Jika tabung di janin tidak bersatu dengan sempurna, lebih dari satu rahim akan terbentuk. Wanita yang memiliki dua rahim bisa hamil seperti biasa. Namun, jika kedua rahim berfungsi normal, Anda dapat mengandung anak kembar dari setiap rahim.

3. Tetapi beberapa lahir tanpa rahim ibu
Seorang wanita juga bisa dilahirkan tanpa rahim atau dilahirkan dengan rahim yang tidak sempurna. Karena itu, ia tidak akan mengalami menstruasi dan tidak dapat menjalani kehamilan normal. Kondisi yang dialami oleh satu dari lima ribu wanita juga dikenal sebagai sindrom Mayer-Rokitanski-Küster-Hauser (MRKH).

Jika ingin memiliki anak, wanita yang tidak memiliki rahim dapat melakukan IVF. Ini karena ovarium masih bekerja untuk menghasilkan telur yang siap untuk pembuahan. Namun, embrio berturut-turut yang siap disuntikkan ke dalam rahim ibu pengganti (ibu pengganti) yang rela untuk hamil dan melahirkan anak.

4. Rahim wanita bisa dicangkok
Ada solusi lain untuk wanita yang tidak memiliki rahim tetapi ingin hamil. Baru-baru ini, para ahli telah berhasil mengembangkan dan menyempurnakan teknologi transplantasi rahim wanita. Dengan demikian, wanita yang lahir tanpa rahim ibu dapat menerima rahim donor dari orang lain.

Sejauh ini, ada sejumlah kasus di mana wanita yang menerima donor rahim hamil dan melahirkan anak mereka dengan sukses. Misalnya di Swedia dan Amerika Serikat. Dalam proses kerja yang unik ini, anak-anak biasanya dilahirkan dengan operasi caesar.

Sayangnya, saat ini prosedur transplantasi uterus masih sangat terbatas. Tidak semua negara atau rumah sakit dapat melakukan transplantasi rahim. Namun, cangkok rahim kemudian juga bisa menjadi respons bagi wanita yang telah menjalani histerektomi (pengangkatan rahim), misalnya akibat kanker.

5. Wanita bisa hamil setelah tubektomi
Tubektomi adalah metode kontrasepsi steril (kontrasepsi steril). Saluran tuba diikat atau rusak sehingga sel sperma tidak dapat memenuhi sel telur untuk membuahi. Bahkan jika mereka akhirnya bertemu, kombinasi keduanya tidak akan bisa masuk ke rahim untuk membentuk janin.

Meski begitu, ternyata Anda masih bisa hamil setelah menjalani tubektomi. Menurut statistik dari lembaga kesehatan John Hopkins di Amerika Serikat, satu dari dua ratus wanita yang memiliki tubektomi akan tetap hamil.

Kehamilan bisa terjadi jika saluran yang terputus menghubungkan kembali. Bisa juga karena proses ikatan tuba falopii tidak sempurna, sehingga pembuahan tetap terjadi dan sel telur yang telah dibuahi berhasil memasuki rahim.

6. Rahim dapat membantu orgasme
Bukan hanya vagina dan klitoris yang memainkan peran penting dalam kepuasan seksual wanita. Rahim wanita menjadi organ yang memasok darah ke bagian-bagian tubuh yang menerima rangsangan seksual seperti bibir vagina, klitoris, dan daerah panggul. Tanpa aliran darah di area ini, sulit bagi wanita untuk menikmati stimulasi orgasme.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa histerektomi dapat mengurangi kepuasan seksual wanita. Alasannya, rahim adalah salah satu organ wanita yang akan berkontraksi saat orgasme. Tanpa kontraksi rahim, orgasme tampaknya kurang optimal.

Baca juga :